Astaghfirullah, Pakai Jilbab Tapi Cuma Pakek Celana Pendek, Wanita ini Buat Heboh Netizen
Mengenakan kerudung pastinya bukan cuma bagaikan penutup kepala saja. Namun semua badan pula wajib tertutup dengan tidak mengenakan busana kencang terlebih celana pendek. Kerudung itu berperan buat menutupi aurat wanita di bagian rambut. Walaupun Islam telah nyata mencegah wanita memperlihatkan auratnya di tempat biasa, tetapi sedang banyak yang belum mengindahkan perintah itu. Semacam yang dicoba 3 wanita berhijab ini di salah satu tempat biasa di Malaysia.
Memangnya mengapa, kan mereka berhijab? Benar, mereka memanglah berhijab, tetapi yang membuat gempar merupakan celana pendek yang mereka pakai. Tidak tahu apa artinya, 3 wanita itu nampak mengenakan kerudung dengan celana pendek yang kencang.
Gambar mereka langsung mengundang marah dari netizen sehabis diunggah ke laman Facebook Mynewshub.
Dari caption gambar itu, dikenal jika panorama alam cemas ini terjalin di Halte Bersepadu Selatan, Bos Tasek Selatan, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam gambar itu, ketiga wanita itu nampak mengenakan kerudung yang digabungkan dengan busana serta celana pendek yang kencang.
Tiba- tiba saja banyak warganet yang marah memandang aksi mereka. Warganet menyangka jika ketiga wanita itu telah melecehkan Islam serta menodai derajat wanita.
Tetapi tidak sedikit netizen yang menyangka jika wanita itu merupakan turis asing yang bertepatan lagi liburan ke Malaysia. Semacam yang diterangkan oleh account Facebook bernama Bingkai Gadai.
�Mereka merupakan wisatawan. Sahabat aku memiliki gerai yang menjual perhiasan serta jilbab, wisatawan itu membeli perhiasan serta kerudung tipe syal sampur. Sebab mereka mengenakan celana rok, mereka diperingatkan kalau kita merupakan mukmin serta kerudung berperan buat menutupi aurat serta wajib mengenakan celana jauh. Inilah yang terjalin sebab mereka tak mengerti metode memanfaatkannya,� catat account Bingkai Gadai.
Bagi penjelasan sebagian netizen, wisatawan dari Korea serta Cina senang menjiplak adat serta style mode dari negeri yang mereka datangi.
Beberapa lagi berpikiran jika wisatawan itu tidak menghormati adat Islam. Mereka seakan mempermainkan jilbab dengan busana subbagian. Mudah- mudahan insiden semacam ini tidak terjalin lagi dimanapun lokasinya.
