Kakak-Adik Ini Tinggal Tanpa Orangtua Dalam Gubuk Reyot Dan Tak Sekolah Karena Bajunya Robek
Fernandus T Adu( 13) serta Yunita Adu( 11) anak didik Sekolah Dasar Negara( SDN) Oelasin, Dusun Oelasin, Kecamatan Rote Barat Energi, Kabupaten Rote Ndao, NTT, wajib bermukim di suatu pondok reyot tanpa orangtua.
Papa serta bunda mereka tidak nyata keberadaannya.
Tempat bermukim 2 anak itu cuma beratap serta berdindingkan daun melempar. Rumah mereka cuma berlantai tanah.
Di pondok reyot itu, keduanya hidup tanpa pencerahan listrik. Kala malam, pondok itu cuma diterangi satu lampu senter.
Supaya dapat beli beras buat makan, kakak- adik ini wajib bertugas di orang sebelah.
Memanglah memandang situasi mereka ini,” kata Jekson Manuain, guru SDN Oelasin, pada Kompas. com dikala dihubungi, Sabtu( 8/ 2/ 2020).
Jekson telah mendatangi rumah kedua anak itu minggu kemudian. Situasi pondok mereka memanglah amat memprihatinkan.
Gambar: Gambar: Jekson Manuain, seseorang guru SDN Oelasin dikala mendatangi pondok reyot kepunyaan Fernandus serta Yunita, Jumat( 31/ 1/ 2020).
Tempat tidur mereka gunakan kusen serta berasaskan karpet yang telah lusuh serta sobek.
“ Mereka tidak aman tidur sebab angin masuk melalui lubang- lubang bilik pondok. Imbuh lagi jika hujan, keduanya sedemikian itu kesusahan. Aku berambisi, mudah- mudahan banyak tangan yang hirau dengan kedua anak ini,” minta Jekson.
Situasi Fernandus serta Yunita dikenal Jaksen sehabis keduanya lebih dari satu minggu tidak masuk sekolah.
Jekson yang ialah orang tua kategori Fernandus, berinisiatif mencari ketahui alibi muridnya tidak berpelajaran.
Belum lama Fernandus berterus terang tidak sekolah sebab seragamnya sobek sampai tidak dapat dipakai lagi.
Si guru juga membelikan sebentuk terkini buat 2 muridnya. Jekson menegaskan Fernandus serta Yunita supaya lalu bergairah menuntut ilmu.
“ Minggu ini Fernandus serta Yunita telah kembali berpelajaran. Keduanya dapat berlatih lagi di sekolah,” tutur Jekson.
